Hening.. Beningkan Hati


photo waktu ABGHati adalah kunci keberhasilan hubungan manusia dengan Tuhannya. Karena hati adalah tempat bersemayamnya Iman, dengannya kita bisa berkomunikasi dengan sang Khaliq. Hati juga menjadi kunci keberhasilan hubungan dengan sesama manusia. Hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan tumbuh lebih sehat, baik dan konstruktif dengan siapapun. Karena hubungan yang dilandasi kejernihan hati akan mengedepankan kasih sayang, kejujuran, kebersamaan dan saling menghormati. Hubungan dengan sesama manusia akan terasa menyenangkan, menghadirkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan demikian akan semakin banyak orang lain yang akan memberikan dukungan bagi kesuksesan kita.
kekuatan hati berarti menggunakan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Menjadikan hati sebagai pembimbing kehidupan, akan membawa manusia menjalani kehidupan dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kalau seseorang dapat merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan hati, maka akan memiliki hidup yang penuh dengan Sukses dan kemuliaan karena hati akan mantap sehingga timbul keberanian dalam melangkah dan berusaha.
“ Seberapa besar hidup yang Anda inginkan, akan sama halnya dengan seberapa besar resiko dan tantangan yang berani Anda ambil dalam kehidupan”. Tidak banyak orang yang berhasil mencapai tangga kesuksesan tanpa melewati pengorbanan dan kesulitan. Sebagian besar mereka yang berhasil mencapai tangga kesuksesan dalam kehidupan pernah mengalami berbagai tantangan, kesulitan dan pengorbanan. Namun mereka yang mencapai tangga kesuksesan ini tidak pernah menjadikan kesulitan, tantangan dan pengorbanan sebagai kegagalan. Mereka menjadikan kesulitan dan kegagalan sebagai bagian dari proses perjalanan suksesnya. Resepnya, antara lain, tidak mudah berputus asa, memiliki keberanian mengambil resiko yang terukur, berani mengambil tindakan. Kalau melakukan kegagalan, mereka berusaha memperbaikinya dan terus bekerja, hingga akhirnya mencapai kesuksesan.
Setiap pencapaian usaha menuju kebesaran hidup memerlukan keberanian menghadapi resiko dan tantangan yang lebih besar. Seberapa besar keberanian Anda menghadapi resiko, kesulitan dan tantangan yang datang akan menentukan seberapa besar kehidupan yang akan anda capai.
Dengan kata lain, semakin besar hidup yang anda inginkan, semakin tinggi tangga kesuksesan yang Anda inginkan, memerlukan semakin besar keberanian menghadapi resiko dan tantangan yang datang. Mohon diingat, bahwa saya dan anda semuanya adalah orang yang memiliki potensi untk mencapai sukses Mulia. Karena kita memiliki kuasa kekuatan luar biasa yang ada dalam diri kita. Maka berusahalah setiap saat selalu melipatgandakan kepercayaan diri, meningkatkan kompetensi diri dan bisa menghilangkan penyakit exucitis, penyakit mencari alasan. Apakah itu alasan yang berkaitan dengan kesehatan, intelejensia atau kecerdasan, usia, dan nasib dan lain sebagainya. Kita pun juga harus berani merubah setiap kelemahan yang kita rasakan menjadi kekuatan-kekuatan dalam diri kita. Harus berani mengubah kegagalan yang pernah kita alami menjadi kemenangan atau kesuksesan.
Saya yakin, kita semua pasti mendambakan kesuksesan. Ingin memperoleh yang sebaik-baiknya dari perjalanan hidupnya. Tidak ada orang yang bisa mendapatkan kenikmatan dari hidup yang terus merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Sukses Mulia berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif dalam diri Anda. Sukses Mulia berarti kesejahteraan pribadi atau memiliki keamanan di bidang keuangan, memiliki ilmu pengetahuan luas sehingga mampu memaksimalkan diri untuk maju, memiliki kekuatan iman sehingga mampu mengisi kehidupan menjadi lebih bermakna dan berguna bagi masyarakat.

SALAM SUKSES..
Leia Mais

Keadilan Kini Tunggang-langgang

Keadilan
Adalah desing peluru yang menumpahkan darah-darah kepahlawanan
Menebas ruh-ruh yang haus akan kebebasan
Mencabik tawa dari para pejuang yang kehausan,
Kelaparan rasa kemerdekaan
Keadilan
Kemudian adalah otoritas yang menggagahi kemerdekaan
Memonopoli peraturan
Dan membungkan suara-suara kebenaran
Keadilan
Kini justru tunggang-langgang
Berlari dari tuan yang katanya memiliki wewenang
Keadilan
Kini berjalan di bawah ketiak kerakusan
Diinjak-injak “mpunya” kantor keadilan
Dan kebanyakan terseok diseret-seret seragam “mpunya” keadilan
Keadilan
Kini justru tunggang-langgang
Diburu ditembaki seragam keadilan
Supaya keadilan hanya untuk “si kantong kempesan”
Leia Mais

CARILAH ILMU SEKALIPUN DI NEGRI CHINA

Dalam sebuah majalah yang pernah penulis baca, dikisahkan bahwa ada seorang muballigh dari Cina tatkala berceramah di hadapan jama’ah Indonesia, dia mengemukakan hadits ini seraya berkomentar: “Bapak-bapak, ibu- ibu, seharusnya banyak bersyukur, karena bapak ibu tidak perlu repot-repot pergi ke Cina, karena orang Cina-nya sudah datang ke sini”!!!

Sepanjang ingatan penulis juga, hadits ini tercantum dalam buku pelajaran kurikulum sekolah Tsanawiyyah masa penulis (entah kalau sekarang), sehingga dulu pernah ada seorang kawan menyampaikan hadits ini tatkala latihan ceramah, kemudian ada seorang ustadz yang menegur: “Untuk apa menuntut ilmu ke China? Ilmu apa yang mau dicari di sana? Ilmu dunia atau agama?”.

Nah, apakah hadits yang kondang ini shohih dari Nabi? Inilah yang akan menjadi pembahasan kita pada edisi kali ini. Semoga bermanfaat.

A. TEKS HADITS

اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

Carilah ilmu sekalipun di negeri Cina.

BATHIL. Diriwayatkan oleh;

1. Ibnu Adi (2/207),
2. Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (2/106),
3. Al-Khotib dalam Tarikh (9/364) dan Ar-Rihlah 1/2,
4. al-Baihaqi dalam al-Madkhal (241, 324),
5. Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi (1/7-8) dari jalan Hasan bin Athiyah, menceritakan kami Abu A’tikah Tharif bin Sulaiman dari Anas secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

* Mereka semuanya menambahkan:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim


* Kecacatan hadits ini terletak pada Abu A’tikah. Dia telah disepakati kelemahannya.
* Bukhori berkata: “Munkarul hadits”.
* Nasa’i berkata: “Tidak terpercaya”.
* Abu Hatim berkata: “Haditsnya hancur”.
* Al-Marwazi bercerita: “Hadits ini pernah disebut di sisi Imam Ahmad, maka beliau mengingkarinya dengan keras”.
* Ibnul Jauzi mencantumkan hadits ini dalam al-Maudhu’at (1/215) dan berkata, “Ibnu Hibban berkata: “Hadits bathil, tidak ada asalnya.” Dan disetujui as-Sakhawi[1].

Kesimpulannya, hadits ini adalah hadits batil, dan tidak ada jalan lain yang menguatkannya[2].
B. MENGKRITISI MATAN HADITS
Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata setelah menjelaskan lemahnya hadits ini:

“Seandainya hadits ini shahih, maka tidaklah menunjukkan tentang keutamaan negeri Cina dan penduduknya, karena maksud hadits ini -kalaulah memang shahih- adalah anjuran untuk menuntut ilmu sekalipun harus menempuh perjalanan yang sangat jauh[3], sebab menuntut ilmu merupakan perkara yang sangat penting sekali, karena ilmu merupakan sebab kebaikan dunia dan akherat bagi orang yang mengamalkannya. Jadi, bukanlah maksud hadits ini adalah negeri Cina itu sendiri, tetapi karena Cina adalah negeri yang jauh dari tanah Arab, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai permisalan. Hal ini sangat jelas sekali bagi orang yang mau memperhatikan hadits ini”.[4]

.
C. TAMBAHANNYA SHOHIH?

Adapun tambahan dalam hadits ini dengan lafadz:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.


* Syaikh Al-Albani berkata: “Lafadz ini diriwayatkan dari banyak jalur sekali dari Anas sehingga bisa terangkat ke derajat hasan sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh al-Mizzi. Saya telah mengumpulkan hingga sekarang sampai delapan jalur. Selain dari Anas, hadits juga diriwayatkan dari sejumlah sahabat lainnya seperti Ibnu Umar, Abu Sa’id, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ali. Saya sekarang sedang mengumpulkan jalur-jalur lainnya dan menelitinya sehingga bisa menghukumi statusnya secara benar baik shohih, hasan, atau lemah. Setelah itu, saya mempelajarinya dan mampu mencapai kurang lebih dua puluh jalur dalam kitab Takhrij Musykilah Al-Faqr (48-62) dan saya menyimpulkan bahwa hadits ini derajatnya hasan”.[5]

* Al-Hafizh As-Suyuthi juga telah mengumpulkan jalur-jalur hadits ini dalam sebuah risalah khusus “Juz Thuruqi Hadits Tholabil Ilmi Faridhotun Ala Kulli Muslimin”, telah dicetak dengan editor Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi, cet Dar “Ammar, Yordania.

Namun perlu kami ingatkan di sini bahwa hadits ini memiliki tambahan yang yang populer padahal tidak ada asalnya yaitu lafadz “dan muslimah“.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah.


* Tambahan lafadz وَمُسْلِمَةٍ tidak ada asalnya dalam kitab-kitab hadits. Syaikh al-Albani mengatakan, “Hadits ini masyhur pada zaman sekarang dengan tambahan وَمُسْلِمَةٍ padahal tidak ada asalnya sedikitpun. Hal ini ditegaskan oleh al-Hafizh as-Sakhawi. Beliau berkata dalam al-Maqashid al-Hasanah (hal. 277): “Sebagian penulis telah memasukkan hadits ini dengan tambahan وَمُسْلِمَةٍ, padahal tidak disebutkan dalam berbagai jalan hadits sedikitpun”.[6]

Sekalipun demikian, [ baca selengkapnya di http://abiubaidah.com/hadits-bathil-cina.html/ ]
Leia Mais
 

MENGENAI SAYA!

Hidup saya adalah pejalanan,waktu demi waktu telah ku lalui,peristiwa satu persatu telah ku jalani,pahit getir telah kurasakan tak lupa kebahagiaan sering kali aku nikmati. jadi aku berharap agar hati ini selalu mengakakui akan kebesaranNYA.

DIBUATOLEH ENJANG.COM